Awas Bahaya Berlebihan Menggunakan Jejaring Sosial!

SOCIAL MEDIA EXPERIMENT

Ketika media sosial pertama kali populer, para pengguna biasanya hanya memposting status singkat tentang keseharian yang dijalaninya. Saat ini, banyak orang menjadi kecanduan untuk menggunakan jejaring sosial sehingga lupa akan tujuan awal dibuatnya jejaring sosial tersebut.

Seorang komedian asal Amerika, Jack Vale, memutuskan untuk memberikan sedikit kejutan kepada orang-orang di sekitarnya tentang bahaya berlebihan dalam berbagi informasi di jejaring sosial.

Vale mengunjungi beberapa akun Twitter dan Instagram dan mencari pengguna yang mungkin tinggal di sekitarnya. Setelah mengorek informasi lebih dalam tentang targetnya yang terdapat di profil media sosial mereka, Vale langsung menemui mereka dan mulai sok asik & sok kenal hanya dengan bermodalkan beberapa informasi tadi.

Kita lihat apa saja reaksi orang-orang yang diisengi oleh Vale…

10 HAL YANG TIDAK SEHARUSNYA KAMU BAGIKAN DI JEJARING SOSIAL

10. Masalah Pribadi
Di Facebook, pengguna dapat mengirim pesan pribadi, gambar atau video ke dinding pengguna lain. Dinding dapat dilihat oleh semua orang, sedangkan pesan hanya dapat dilihat oleh pengirim dan penerima, seperti e-mail. Jika itu bukan seseorang yang agan percayai untuk memegang rahasia, seperti keluarga, kekasih, atau sahabat, lebih baik tidak membagikannya ke khalayak umum. Hal ini berlaku juga di jejaring sosial lainnya.

9. Rencana Bersosialisasi
Berbagi rencana sosial agar dapat dilihat semua orang bukanlah ide yang baik. Kecuali agan ingin mengadakan pesta atau acara dan mengundang beberapa teman supaya tidak ada satupun yang absen. Ada juga beberapa masalah keamanan yang dipertaruhkan di sini. Bayangkan sebuah skenario di mana pacar agan tahu kalau di acara tersebut ada sang mantan agan, perang dunia ketiga bisa saja tak terelakkan.

8. Berbagi Link Seputar Kehidupan Pribadi
Pada tahun 2009, terdapat kasus dimana seorang karyawan tertangkap basah melakukan penyelewengan dalam pekerjaan. Karyawan meminta untuk ‘diistirahatkan’ di akhir pekan karena dia sakit, namun kemudian dia posting gambar pada profil Facebook-nya sendiri di sebuah pesta akhir pekan yang sama. Berita itu sampai ke telinga sang direktur dan akhirnya sang karyawan “teladan” pun dipecat.

7. Informasi Perusahaan
Sophos, sebuah perusahaan keamanan perangkat lunak, menemukan bahwa 63 persen perusahaan takut jika karyawan mereka berbagi mengenai informasi perusahaan di situs jejaring sosial [Sumber: ReadWriteWeb]. Jika agan ingin menginformasikan hal tersebut, agan harus selektif dan mengirimnya melalui e-mail pribadi. Banyak perusahaan yang sangat serius dalam membatasi karyawannya mengakses situs jejaring sosial di tempat kerja. Beberapa departemen IT bahkan menyaring URL dan memblokir akses ke situs-situs tersebut sehingga karyawan tidak tergoda untuk login.

6. Foto Anak
Situs jejaring sosial adalah tempat umum bagi seseorang untuk berbagi foto-foto keluarga mereka, terutama jika agan tidak membatasi pengguna lain untuk mengaksesnya. Ini bisa jadi mangsa empuk bagi orang-orang tidak bertanggung jawab untuk melancarkan tindak kejahatan. Jika agan memposting foto-foto keluarga dan memberi keterangan “Saya dan istri sedang pergi ke luar kota untuk kunjungan kerja, semoga anak kami betah tinggal berdua dengan si mbok” maka keselamatan anak-anak agan bisa berisiko. Tidak ada yang pernah berpikir hal jahat tidak akan terjadi sampai hal tersebut benar-benar menjadi kenyataan.

5. Alamat dan Nomor Telepon
Berkas yang satu ini di bawah risiko keamanan. Jika agan berbagi alamat dan nomor telepon di situs jejaring sosial, itu membuka diri untuk ancaman pencurian identitas dan bahaya pribadi lainnya seperti pencurian. Jika agan menginformasikan hari ini sedang berlibur bersama keluarga ke luar kota dan di profil agan terdapat alamat beserta nomor telepon, maka semua orang tahu bahwa rumah agan sedang kosong. Pencuri bisa saja mampir ke alamat tersebut.

4. Informasi Keuangan Pribadi
Pertimbangkan skenario ini: Agan posting di dinding teman tentang krisis perbankan yang terjadi akhir-akhir ini. Agan mengatakan hal ini, “Saya tidak perlu khawatir karena saya menabung di Bank A,” atau bahkan “Tenang, Saya telah berinvestasi di Saham A perusahaan A”. Sekali lagi, ada 40% pengguna lain yang dapat melihat profil agan, lalu tiba-tiba pencuri identitas tahu di mana bank tempat biasa agan menabung dan di mana agan memiliki sebagian besar investasi. Yang terbaik adalah menghindari bicara seperti itu sama sekali.

3. Password
Sepertinya tidak perlu dijelaskan. 

2. Petunjuk Password
Sebagian besar situs web yang berisi informasi pribadi aman memerlukan password juga memiliki setidaknya satu petunjuk sandi jika sewaktu-waktu agan lupa. Kurang lebih seperti ini: kamu mendaftar untuk sesuatu seperti online banking dan agan mendapatkan username dan password untuk login, kemudian memilih pertanyaan keamanan apabila lupa password. Apa nama hewan peliharaan pertama agan? Siapa nama ibu agan? Siapa nama guru pertama agan? Hal ini juga termasuk dalam menentukan susunan password, karena biasanya pengguna mengaitkannya dengan tanggal lahir, tanggal jadian, nama hewan peliharaan, nama kekasih, atau berbagai kemungkinan lainnya. Berpikirlah sebelum agan posting sesuatu yang dapat membahayakan informasi tersebut di jejaring sosial.

1. Apapun yang Tidak Ingin Agan Bagikan
Kamu dapat memilih semua pengaturan privasi yang kamu inginkan pada situs jejaring sosial. Jika sudah terlanjur mengaturnya tidak private, tentu akan memiliki potensi untuk dilihat oleh semua orang yang kamu tidak ingin melihatnya .

KESIMPULAN
Kita ambil hikmahnya saja. Media/jejaring sosial memang awalnya dibuat untuk dipublikasikan kepada khalayak umum. Apapun yang agan/aganwati bagikan di media sosial tentu akan menjadi santapan bagi publik. Jangan pernah katakan “Ah itu privasi gue, kenapa elu ikut campur urusan orang lain?”. Menurut ane itu adalah sebuah pernyataan yang sangat bodoh. Agan sendiri yang membagikannya kepada publik, kenapa orang lain dimarahi ketika menyinggung sesuatu yang sudah agan bagikan di media sosial? Terdengar lucu ya. Eksis boleh, tapi alangkah bijaksananya jika kita menggunakan media sosial sesuai kebutuhan.

Tentu saja kejahatan yang timbul karena berinteraksi dengan orang lain di Internet dapat diminimalisir seandainya kita hati-hati memberikan informasi identitas kita maupun dalam berinteraksi dengan orang tidak dikenal

BAGAIMANA MENURUT TEMAN-TEMAN?

sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s